SENJANEWS.NET

Bandar Lampung – DPRD Provinsi Lampung melalui Anggota Komisi II Mikdar Ilyas memberikan dukungan penuh terhadap upaya revitalisasi kawasan eks tambak udang Dipasena yang tengah dilakukan secara bersama oleh pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, dan pihak swasta. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengembalikan kejayaan Dipasena sebagai salah satu sentra budidaya udang terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat sektor perikanan dan kelautan sebagai pilar ekonomi Provinsi Lampung.
“Kita berharap petambak dapat kembali menghasilkan seperti masa kejayaannya. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ucap Mikdar pada Minggu (15/02/2026).
Kolaborasi Multipihak Jadi Kunci Keberhasilan
Mikdar menjelaskan bahwa kebangkitan kawasan Dipasena tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, melainkan juga akan meningkatkan pendapatan petambak dan berkontribusi signifikan pada Pertumbuhan Ekonomi serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung. Saat ini, revitalisasi mendapatkan dukungan dari Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Provinsi Lampung, dan investor swasta seperti PT Sakti Biru Indonesia (SBI) yang menerapkan sistem budidaya modern dan membantu akses pembiayaan bagi petambak.
“Kolaborasi antara berbagai pihak ini menjadi fondasi penting untuk mengembalikan daya saing Dipasena sebagai produsen udang nasional yang andal,” katanya.
Potensi Pasar Besar Didorong Program MBG
Mikdar juga menyoroti peluang pasar yang sangat luas bagi produk udang dari Dipasena, baik untuk pasar ekspor maupun domestik. Kebutuhan akan udang diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menyasar seluruh wilayah Lampung.
Menurut perhitungannya, setiap dapur MBG membutuhkan sekitar 150 kilogram udang per minggu atau 600 kilogram per bulan. Dengan target pembangunan 1.300 dapur MBG di Provinsi Lampung, total kebutuhan udang dapat mencapai sekitar 780.000 kilogram setiap bulan.
“Angka ini menunjukkan bahwa potensi pasar sangat besar. Jika Dipasena kembali produktif, Lampung tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri namun juga memperkuat posisinya sebagai pemasok udang utama bagi program ini,” tegasnya.
Fokus pada Infrastruktur dan Keberlanjutan
Selain peningkatan produksi, Mikdar menekankan pentingnya memperhatikan pembenahan infrastruktur pendukung seperti jaringan kanal, akses distribusi yang efisien, serta sarana produksi yang sesuai standar. Ia berharap revitalisasi dapat berjalan secara berkelanjutan dengan didukung regulasi yang jelas dan partisipasi aktif dari masyarakat lokal.
Dengan dukungan yang komprehensif, DPRD Lampung optimis bahwa Dipasena akan kembali menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah penghasil udang unggulan di Indonesia.









