Cek Kesehatan Gratis! Deteksi Dini TBC, Hidup Makin Sehat & Bahagia

SENJANEWS.NET

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat upaya eliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Gedung Semergou, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Gubernur menyambut baik kehadiran dua pejabat tinggi kementerian tersebut dan menilai kunjungan ini menjadi dorongan moril sekaligus penguatan langkah nyata bagi pemerintah daerah, terutama dalam hal upaya penemuan kasus secara dini dan penanganan pasien yang tepat sasaran.

“Kunjungan ini merupakan wujud perhatian dan dukungan bagi kami di daerah, untuk semakin memperkokoh komitmen serta aksi nyata dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis secara berkelanjutan di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Ia menegaskan bahwa TBC menjadi tantangan serius yang berdampak luas, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga pada kestabilan sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah. Penyakit ini bersifat sangat menular, dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, menurunkan tingkat produktivitas warga, serta berpotensi menghambat tercapainya berbagai target pembangunan yang telah ditetapkan.

Dalam paparannya, Gubernur juga menyampaikan keberhasilan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang merupakan bagian dari implementasi semangat Asta Cita Presiden. Melalui program ini, upaya deteksi dini terhadap berbagai jenis penyakit tidak menular dapat dilakukan secara luas dan menyeluruh di seluruh jaringan pelayanan kesehatan tingkat dasar atau Puskesmas. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka rujukan pasien ke rumah sakit rujukan utama, seperti RSUD Dr. H. Abdul Moeloek.

Dari sisi kinerja pelayanan kesehatan, Provinsi Lampung tercatat menunjukkan pergerakan yang semakin positif. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sektor kesehatan pada tahun 2024 tercatat sebesar 103 persen, dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 131 persen pada tahun 2025. Sementara untuk tingkat kesembuhan dan keberhasilan pengobatan bagi pasien TBC yang sensitif terhadap obat, angka keberhasilan di Provinsi Lampung mencapai 98 persen pada tahun 2025, serta telah tercatat sebesar 81 persen pada triwulan pertama tahun 2026.

Meski angka capaian menunjukkan arah yang baik, Gubernur tetap menginstruksikan seluruh jajaran terkait, khususnya Pemerintah Kota Bandar Lampung dan para kader kesehatan, untuk tidak berpuas diri dan terus meningkatkan upaya penemuan kasus secara aktif. Ia menekankan bahwa kunci utama keberhasilan upaya eliminasi TBC terletak pada kekuatan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Kita tidak akan mampu mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat jika bekerja sendiri-sendiri. Kita wajib berkolaborasi dengan seluruh elemen, mengajak peran masyarakat, kelompok komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan untuk ikut andil dalam penanggulangan ini. Di masa kini, pemerintah harus pandai membangun kerja sama dengan banyak pihak,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memaparkan arah strategi baru dalam penanganan TBC, yang tidak hanya berfokus pada pengobatan bagi mereka yang sudah terjangkit, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan sejak dini. Salah satunya melalui pengintegrasian program Cek Kesehatan Gratis dengan upaya penemuan kasus TBC secara terpadu.

Di wilayah Kota Bandar Lampung, Kementerian Kesehatan menargetkan pelaksanaan pemeriksaan bagi sebanyak 20.000 orang yang masuk dalam kategori kontak erat, yang terhubung dengan sekitar 4.000 pasien TBC yang telah ditemukan dan tercatat pada tahun sebelumnya.

“Jika kita benar-benar ingin memberantas penyakit TBC dari wilayah Lampung, maka setiap orang yang belum sakit namun memiliki hubungan kontak erat harus mendapatkan pengobatan pencegahan. Kuman penyakit harus dimatikan sejak dini, sebelum sempat berkembang dan menimbulkan sakit,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan pelaksanaan program, Wakil Menteri menyampaikan kabar gembira terkait ketersediaan anggaran dan peningkatan kesejahteraan tenaga pelaksana. Pihak Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan tambahan anggaran khusus sebesar Rp4,1 triliun yang diperuntukkan bagi percepatan pemberantasan TBC, termasuk penyediaan dan pengadaan peralatan pemeriksaan rontgen, serta pemberian insentif bagi para kader penanganan TBC yang bertugas di tingkat desa dan kelurahan

Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanggulangan TBC menjadi perhatian khusus Presiden Republik Indonesia, dengan target waktu penyelesaian dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Kehadiran perwakilan pemerintah pusat di daerah bertujuan untuk memastikan seluruh komitmen dan kebijakan dapat berjalan dengan baik hingga menyentuh pelaksanaan di tingkat paling bawah.

“Bapak Presiden memberikan perhatian khusus dan menetapkan target bagi kita, bahwa dalam jangka waktu tiga tahun ke depan persoalan ini harus sudah tuntas diselesaikan,” ujar Wamendagri.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *