
SENJA NEWS- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemprov Lampung mendukung pembangunan Lampung Barat, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, percepatan hilirisasi kopi, hingga pembangunan Sekolah Rakyat untuk peningkatan kualitas SDM masyarakat.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik pemaparan pembangunan yang disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam kunjungan kerja di Ruang Kerja Gubernur, Senin (2/3/2026).
Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung pembangunan di daerah, termasuk melalui program perbaikan infrastruktur dan penguatan sektor pertanian.
Kami sangat mengapresiasi paparan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Sinergi antara program daerah dan provinsi harus diperkuat agar pembangunan dapat terasa langsung oleh masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.
Perbaikan Jalan Strategis
Salah satu fokus utama adalah peningkatan infrastruktur jalan provinsi, terutama di tiga jalur utama yang menghubungkan Lampung Barat dengan Tanggamus, jalur Sukabumi–Suoh, dan pusat kota Liwa menuju Kabupaten OKU Selatan. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung menyampaikan rencana perbaikan Pekon Balak–Suoh dengan anggaran Rp4,5 miliar, serta Suoh–SP Blok 9 sepanjang 7 kilometer dengan alokasi Rp40 miliar pada 2026.
“Pembangunan jalan bukan sekadar fisik, tapi juga membuka akses ekonomi masyarakat dan meningkatkan konektivitas antar wilayah,” tambah Gubernur.
Sekolah Rakyat dan SDM Berkualitas
Terkait pendidikan, Gubernur Mirza mendorong pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan BBI Hanakau, Kecamatan Sukau, Lampung Barat. Sekolah ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Lahan seluas 12 hektare saat ini masih digunakan untuk kegiatan pembibitan, sehingga pemanfaatan efektif diperkirakan 5–7 hektare. Sebagian lahan juga direncanakan untuk mendukung Koperasi Merah Putih.
Hilirisasi Kopi Lampung Barat
Gubernur juga menekankan percepatan hilirisasi kopi, salah satu komoditas unggulan Lampung Barat. “Dengan pengolahan dan penguatan rantai pasok dari hulu hingga hilir, nilai tambah kopi bisa meningkat, memperkuat daya saing produk daerah, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Pengamanan Habitat Gajah
Selain sektor pendidikan dan ekonomi, Gubernur menyoroti pentingnya mitigasi konflik manusia dan gajah. Di Lampung Barat terdapat sekitar 19 ekor gajah dengan jalur jelajah di wilayah Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat. Upaya mitigasi diharapkan menciptakan ruang hidup yang aman bagi manusia dan satwa, mengurangi potensi konflik.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi pembangunan antara Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Barat, memastikan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi berbasis potensi lokal berjalan optimal.***









