Agus Sutanto Gelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Lampung Selatan

LAMPUNG SELATAN – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Agus Sutanto, menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan pada Minggu (08/02/2026) di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota legislatif dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan menjadi sangat penting. Kita ingin masyarakat tetap solid, menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah,” ujar Agus Sutanto di hadapan peserta sosialisasi.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Lampung Selatan tersebut menegaskan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, terutama dengan maraknya informasi yang belum tentu benar di media sosial. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki filter ideologis yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai luhur bangsa.

“Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap masyarakat Desa Way Gelam semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan tercipta suasana yang harmonis, rukun, serta penuh semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Derri Kusuma, SE, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan atau simbol negara, melainkan pedoman moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai gotong royong, toleransi, dan semangat persatuan harus kita jaga bersama. Wawasan kebangsaan penting agar kita memiliki rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Derri.

Derri juga mengajak para peserta untuk memahami dan menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Diskusi berkembang pada isu-isu aktual di tengah masyarakat, termasuk peran keluarga dan lingkungan dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Way Gelam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi perempuan Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *