SENJANEWS.NET
LAMPUNG SELATAN – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendampingi Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf melakukan peninjauan langsung pelaksanaan kegiatan di Sekolah Rakyat Menengah Atas 32 yang berada di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (26/4/2026). Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, guna memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, sekaligus memastikan penyelenggaraan program Sekolah Rakyat berjalan secara optimal dan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Wakil Gubernur bersama Menteri Sosial meninjau seluruh fasilitas sementara yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, mengamati langsung proses penyelenggaraan pembelajaran, berdialog dan bertukar pikiran dengan para tenaga pendidik, serta menyapa dan berbincang langsung dengan para siswa untuk mengetahui kondisi dan perkembangan mereka selama mengikuti pendidikan di lembaga tersebut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai pelaksanaan pembelajaran dan tata kelola penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat wilayah Lampung telah berjalan dengan baik, baik dari sisi sistem pengelolaan maupun pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dinilai telah diselenggarakan sesuai dengan standar dan prosedur operasional yang telah ditetapkan.
Menurutnya, program Sekolah Rakyat merupakan langkah terobosan dan strategis pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bersifat inklusif, yang secara khusus menjangkau dan memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan dalam mengakses layanan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Meski pelaksanaannya telah berjalan dengan baik, ia menegaskan bahwa proses evaluasi dan pemantauan secara berkala akan terus dilakukan guna menyempurnakan dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan program agar semakin baik ke depannya, termasuk melalui upaya peningkatan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan.
Dalam arahannya, Menteri Sosial juga mendorong agar kemampuan dan kompetensi para tenaga pendidik terus ditingkatkan melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan bidang tugas masing-masing, sehingga para pendidik mampu menjawab dan mengatasi berbagai tantangan dalam proses pembelajaran, khususnya dengan karakteristik dan latar belakang siswa yang sangat beragam.
Ia menyoroti bahwa para siswa yang mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat berasal dari berbagai latar belakang kehidupan dan kondisi keluarga yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan pendekatan dan metode pembelajaran yang luwes, adaptif, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik, mengingat terdapat siswa yang mampu beradaptasi dan mengikuti pelajaran dengan cepat, namun ada pula yang masih membutuhkan pendampingan dan pembinaan dasar secara lebih intensif, meskipun mereka telah mengikuti pendidikan pada jenjang yang setara dengan Sekolah Menengah Atas.
Meski memiliki berbagai tantangan dan perbedaan karakter, ia tetap menyampaikan keyakinan dan optimisme yang tinggi bahwa melalui proses pembinaan dan pendampingan yang tepat dan terarah, para siswa Sekolah Rakyat memiliki peluang dan potensi yang sangat besar untuk terus berkembang dan meraih kesuksesan. Berdasarkan data dan pemaparan yang disampaikan, tercatat sekitar 75 persen dari total siswa memiliki cita-cita dan keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sementara sebagian lainnya akan dipersiapkan dan diarahkan untuk memasuki dunia kerja melalui berbagai program dan skema pemberdayaan keterampilan.
“Dengan kehadiran dan berjalannya program Sekolah Rakyat ini, kita semua diajak untuk memberikan perhatian dan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses dan layanan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Menteri Sosial.









