SENJANEWS.NET
BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lampung. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/4/2026) ini dihadiri oleh 220 orang peserta yang merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta sejumlah pejabat dan pimpinan instansi terkait.
Upacara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur, disaksikan langsung oleh Direktur Bisnis PNM Kindaris, perwakilan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Deputi Direktur Pengawasan PEPK LMS Eti Eliyati, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, EVP Pengembangan Bisnis dan Jasa Manajemen PT PNM Razak Manan Ahmad, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung Evie Fatmawati.
Dalam sambutannya, Gubernur Mirzani menegaskan bahwa keberadaan UMKM menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah, dengan peran dan kontribusi yang sangat besar dalam menggerakkan roda ekonomi di seluruh wilayah Lampung.
“Sebanyak 51 persen dari perputaran uang yang ada di Provinsi Lampung ini didukung sepenuhnya oleh pergerakan ekonomi para pelaku UMKM. Saat ini tercatat ada sekitar 498 ribu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang telah berkiprah dan berperan aktif menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Gubernur.
Ia juga menjelaskan bahwa struktur perekonomian Provinsi Lampung saat ini sangat ditopang oleh sektor pertanian, yang memberikan kontribusi sebesar 28 persen terhadap nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang telah mencapai angka Rp520 triliun. Sektor ini didukung oleh keunggulan komoditas utama daerah, di antaranya padi, jagung, dan singkong yang menjadi andalan pertumbuhan ekonomi.
Gubernur juga menyampaikan bahwa terjaganya kestabilan harga komoditas unggulan sepanjang tahun 2025 telah menjadi salah satu faktor pendorong utama, sehingga laju pertumbuhan ekonomi di Lampung mampu tumbuh dan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi tersebut membawa dampak yang sangat baik bagi peningkatan daya beli masyarakat, khususnya yang tinggal dan berusaha di wilayah pedesaan.
“Ketika harga jual komoditas pertanian dapat terjaga dengan baik dan stabil, maka pendapatan masyarakat akan ikut meningkat, dan daya beli serta tingkat konsumsi masyarakat juga akan ikut bertambah. Kondisi seperti ini menjadi peluang yang sangat besar dan berharga bagi seluruh pelaku UMKM untuk terus berkembang dan tumbuh lebih cepat lagi,” ujarnya.
Meskipun memiliki peran dan potensi yang sangat besar, Gubernur mengakui bahwa masih terdapat berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha, mulai dari keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan dan manajemen usaha, akses pemasaran dan jaringan pasar yang belum luas, hingga tingkat daya saing produk yang masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, sebagian besar pelaku usaha masih berjalan dan berkembang secara mandiri, belum didukung oleh sistem dan ekosistem usaha yang terstruktur dan memadai.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mendorong dan memperkuat kualitas sumber daya manusia para pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan, termasuk di dalamnya pemanfaatan kemajuan teknologi digital hingga penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam proses pengelolaan usaha
“Kemajuan teknologi dan inovasi harus kita manfaatkan dan gunakan untuk menutup serta mengatasi segala kekurangan dan kendala yang ada, mulai dari pengelolaan dan pencatatan keuangan usaha, pengembangan strategi pemasaran dan jaringan pasar, hingga peningkatan kualitas produk, sehingga seluruh usaha yang ada di Lampung mampu berkembang dan bersaing dengan baik,” tegas Gubernur.









