Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Lampung: Capaian 40 Persen dan Harapan Pemberdayaan Ekonomi Desa

SENJANEWS || LAMPUNG

Bandarlampung – Program pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi Lampung menunjukkan perkembangan signifikan dengan capaian konstruksi mencapai 40 persen. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan kabar baik ini dalam sebuah pernyataan di Bandarlampung pada hari Rabu, menyoroti pentingnya inisiatif ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Program KDMP merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.

Dengan menyediakan akses yang lebih mudah ke barang dan jasa, KDMP diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa-desa di seluruh Lampung. “Dari total sekitar 2.516 desa yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung, kami sangat senang melaporkan bahwa sekitar 40 persen di antaranya telah memasuki tahap pembangunan gerai koperasi,” ujar Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

“Ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya kita untuk memberdayakan masyarakat desa dan meningkatkan kualitas hidup mereka.” Lebih lanjut, Pangdam XXI/Radin Inten menjelaskan bahwa capaian pembangunan di Lampung saat ini menempatkan provinsi ini di peringkat ketiga secara nasional untuk kategori penyelesaian 100 persen.

Hal ini menunjukkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak yang terlibat dalam program ini. “Jika dirinci, 40 persen dari 2.516 desa, atau sekitar 1.006 desa, saat ini sedang dibangun atau dalam proses pembangunan gerai KDMP-nya,” tambahnya.

Kami optimis bahwa dengan dukungan berkelanjutan dari semua pihak, kita dapat mencapai target penyelesaian 100 persen dalam waktu dekat.” Pembangunan gerai koperasi ini didanai melalui alokasi anggaran yang disalurkan melalui Agrinas ke TNI.

TNI kemudian bertindak sebagai pelaksana di lapangan, bekerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Model kolaborasi ini dipandang sebagai kunci keberhasilan program ini, karena memastikan bahwa pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat. “Kami terus bekerja sama erat dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan lahan yang sesuai untuk pembangunan gerai koperasi,” kata Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Setelah lahan tersedia, pembangunan dilakukan oleh prajurit TNI, dengan dukungan penuh dari masyarakat setempat.” Salah satu aspek unik dari program KDMP adalah konsep pembangunan yang diterapkan, yaitu swadaya dan padat karya. Hal ini berarti bahwa pembangunan gerai koperasi dilakukan dengan mengandalkan sumber daya lokal dan tenaga kerja dari masyarakat setempat. Prajurit TNI, melalui Babinsa (Bintara Pembina Desa), berperan sebagai fasilitator dan pendamping, memberikan bimbingan teknis dan membantu mengorganisir masyarakat. “Dengan menerapkan konsep swadaya dan padat karya, kami tidak hanya membangun gerai koperasi, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan gotong royong di masyarakat,” jelas Pangdam XXI/Radin Inten. “Kami percaya bahwa semangat gotong royong ini akan menjadi modal penting bagi pembangunan desa yang berkelanjutan.”

Diharapkan, dengan berdirinya KDMP di setiap desa, masyarakat akan memiliki akses yang lebih mudah ke berbagai kebutuhan pokok, seperti sembako, pupuk, dan alat pertanian. Selain itu, KDMP juga dapat berfungsi sebagai pusat pemasaran produk-produk unggulan desa, sehingga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Program pembangunan KDMP di Lampung merupakan contoh nyata dari sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi di tingkat desa. Dengan capaian yang menggembirakan dan konsep pembangunan yang inovatif, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *